-->
Searching...
Friday, October 2, 2015

Remaja Peduli HIV & AIDS

3:24 AM
AIDS sebuah penyakit yang sangat berbahaya yang dapat merubah 180' hidup orang,Betapa tidak penyakit ini mampu merenggut segala aspek kehidupanya mulai dari fisik,sosial dan masa depanya menjadi sesuatu yang gelap dan hancur.Infeksi virus ini akan menghalangi mekanisme perlindungan tubuh terhadap benda atau mikroorganisme asing yang dapat menyebabkan penyakit.Infeksi sekecil apapun bisa jadi berbahaya karena AIDS.Untuk jangka panjang penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.Banyak orang yang ingin mengakhiri hidupnya karena penyakit ini, karena mereka sudah beranggapan hidup mereka tidak berguna lagi.

Perlu diketahui bahwa Januari hingga September 2014 sebanyak 408 anak di sejumlah kota besar di Indonesia terjangkit HIV/ AIDS. Jumlah itu meningkat dari data yang dihimpun sepanjang 2013, yakni sebanyak 372 orang anak. 

Masuknya budaya modern adalah salah satu faktor penyebaran AIDS meskipun tidak langsung.Banyak para remaja meniru budaya barat yang tidak pantas, seperti contohnya jaman sekarang banyak para remaja yang mulai berpacaran secara tidak sehat (dari akhlaq dan moralnya), dan tragisnya lagi banyak remaja yang menonton video maupun gambar yang tidak patut untuk dilihatnya, hal itulah yang menjadikan banyak remaja yang ingin meniru hal-hal yang tidak patut di dalam masyarakat Indonesia.

Orangtua yang bekerja di kantor, sibuk dengan pekerjaan kantor. Anak tidak mendapat perhatian, sehingga anak mencari perhatian di luar rumah, dan terjerumus dalam pergaulan bebas. Selain itu, pembatasan ruang antara laki-laki dan perempuan juga berpengaruh. Perempuan yang sudah berkeluarga, mengurus anak dan keluarga, sedangkan laki-laki keluar untuk mencari nafkah sebagai kepala keluarga. Perempuan memunyai waktu yang terbatas untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

Walaupun begitu banyak remaja yang tidak mau hidup dekat dengan temanya para ODHA atau orang penderita AIDS.Mereka tidak mau mengambil resiko.Padahal kedekatan dari orang-orang terdekat mereka dapat membuat psikis menjadi lebih baik.Para remaja memandang AIDS adalah sebuah penyakit yang sangat mengerikan yang dapat membuat nyawa melayang.Maka para remaja berusaha menjauhi penyakit itu beserta pengidapnya.Terkadang yang lebih tragis lagi para remaja berusaha untuk menyakiti para ODHA.Padahal anggapan mereka salah Seharusnya yang dijauhi adalah penyakitnya bukan pengidapnya.Perlu diketahui HIV tidak menular melalui kegiatan seperti memeluk atau menyentuh barang-barang orang yang terinfeksi, gigitan nyamuk, dan penggunaan toilet bersama.


Untunglah tidak semua remaja menganggap bahwa para ODHA itu buruk bagi kehidupan mereka.Banyak remaja yang memiliki hati nurani dan kepedulian untuk mencoba mendampingi para ODHA dan belajar memahami keadaan mereka.Mereka mencoba meyakinkan para ODHA bahwa hidup mereka belum berakhir dan jalan kebenaran masih terbuka untuk siapa saja.Para remaja yang memiliki kepedulian tidak akan takut terlular karena mereka sudah tau tentang penyakit itu.Bahkan mereka mencarikan teman untuk para ODHA atau membuat kelompok sosialisasi untuk para ODHA agar mereka bisa menceritakan kehidupan mereka dan agar para ODHA tidak merasa dikucilkan dalam dunia.Adapun para remaja menyebarkan tentang pengetahuan AIDS agar masyarakat tidak menganggap AIDS dan ODHA menjadi sebuah aib dalam lingkungan masyarakat serta menjadikan para ODHA terpandang di dalam lingkungan masyarakat.Para remaja yang memiliki kepedulian terhadap ODHA tidak peduli dengan caci makian dari orang yang mempunyai kebencian terhadap para ODHA, karena tujuan mereka adalah mensetarakan ODHA dengan masyarakat lainya dan membuat kelayakan hidup terhadap ODHA.

Peran remaja dalam penanggulangan AIDS ini sangat dibutuhkan karena para remaja adalah generasi penerus bangsa yang dapat membuat bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik.Seperti contohnya dalam gerakan Pramuka.Dari Pramuka, para senior Pramuka akan menjelaskan bahaya tentang AIDS dan cara penularanya kepada para juniornya sehingga para junior tidak akan mau melakukan seks bebas dan sejenisnya yang dapat mengakibatkan terjangkitnya penyakit AIDS karena mereka sudah tau akan bahaya dari penyakit tersebut.

Pada sisi lain, remaja adalah sasaran (objek) dari penginap AIDS, karena kebanyakan penginap virus AIDS adalah remaja. Untuk itu, “penyelaman” akan faktor yang melatarbelakangi terjadinya dekadensi moral pada generasi muda adalah langkah bijak yang semestinya dilakukan. Dengan demikian, diharapkan bisa menumbuhkan semangat dalam diri remaja itu sendiri guna melakukan perubahan dan memainkan secara maksimal peran strategis yang dimiliki pemuda dalam kerangka mencegah AIDS.

Tingkat pemahaman generasi muda saat ini mengenai AIDS sudah cukup baik,namun berdasarkan data yang telah diperoleh pemahaman generasi muda mengenai AIDS dipengaruhi oleh banyak faktor,antara lain faktor pendidikan dan sosial. Pemahaman terhadap AIDS adalah suatu konsep kognitif yang dimiliki individu tidak hanya pada tahap mengetahui tentang AIDS tetapi lebih lanjut dapat menjelaskan, menginterprestasi, dan meramalkan secara benar mengenai aspek-aspek AIDS. Olehnya itu untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap HIV/AIDS, generasi muda saat ini membutuhkan penanaman pemahaman yang benar mengenai bahaya tentang AIDS.

Untuk menciptakan generasi muda yang bebas dari AIDS diperlukan banyak dukungan dari berbagai instansi, antara lain pemerintah, dan generasi muda itu sendiri untuk melakukan suatu langkah baru yang dapat membangun tingkat pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai betapa rentannya mereka akan AIDS, yang merupakan salah satu kendala yang dihadapi generasi muda saat ini untuk menjadi generasi muda yang berkualitas.

0 komentar:

Post a Comment